Selasa, 24 September 2013

LOGIKA DASAR





Buku karya Alex Lanur Ofm yang berjudul Logika Selayang Pandang menjelaskan bahwa logika adalah  ilmu pengetahuan dan  kecakapan untuk berfikir lurus (tepat). Dizaman Yunani kuno Sofis beserta Plato telah  merintis dan memberikan saran-saran dalam bidang logika. Sokrates dengan ‘metode bidan’ juga telah banyak memberikan dasar bagi logika. Namun, penemuan yang sebenarnya baru terjadi oleh Aristoteles, Theophrastus dan kaum Stoa. Aristoteles meninggalkan enam buku yang diberi nama To Organon oleh murid-muridnya.
Abad XIII-XV logika modern muncul. Tokoh pentingnya adalah Petrus Hispanus, Roger Bacon, Raymundus Lullus dan Wilhelmus Ockham. Raymundus Lullus menemukan metode baru yaitu Ars Magna, semacam aljabar pengertian yang bermaksud membuktikan kebenaran-kebenaran yang tinggi. Kemudian logika Aristoteles mengalami perkembangan yang murni.
Masa Eropa moderen abad XVII-XVIII/XX Francis Bacon mengembangkan metode Induktif. Ini dinyatakan dalam bukunya meyusun logika aljabar. Logika ini bertujuan menyerdehanakan pekerjaan akal budi dan lebih memberikan kepastian. Tahun 1724-1804 logika metafisis mengalami perkembangannya dengan Imm Kant yang diberi nama logika Transendetal karena mengatasi batas pengalaman. Tahun 1832-1920 oleh W.Wundt, tahun 18959-1952 oleh J.Dewey dan tahun 1861-1934 oleh J.M.Baldwin logika menjadi sekedar sebuah peristiwa psikologi dan metodologis. Dan akhirnya logistik pada abad XIX dan XX oleh A.de Morgan, G.Boole, W.S. Jevons, E.Schroder, B.Russel, G.Peano.
Di India logika lahir karena Sri Gautama sering berdebat dengan golongan Hindu fanatik yang menentang ajaran kesusilaan. Kemudian logika terus diakui sebagai metode berdebat.
Pentingnya belajar logika adalah dapat membantu orang untuk berfikir lurus,tepat dan teratur.Semua ilmu pengetahuan hampir tidak dapat dilepaskan dari logika. Logika juga memperkenalkan analisa-analisa yang dipakai dalam ilmu filsafat. Selain itu logika memaksa serta mendorong orang untuk berfikir sendiri. Akhirnya, manusia mendasarkan tindakan-tindakan atas pemikiran dan pertimbangan yang obyeltif.

Pernyataan di atas didukung oleh buku yang berjudul Logika Berpikir Lurus dan Benar karya Drs. H. Abd Djabbar Adlan, dalam buku tersebut dikatakan bahwa Aristolteles adalah sebagai pencipta pertama kali ilmu logika dengan bukunya yang terkenal yaitu ORGANON yang berarti alat, maksudnya alat untuk berfikir, walaupu benih-benih ilmu tersebut sudah dimulai sejak Socrates. Disamping itu Aristoteles digelari orang sebagai GURU PERTAMA dalam ilmu filsafat dan AL FARABI mendapat gelar GURU KEDUA dalam ilmu pengetahuan dan juga filsafat karena sangat paham terhadap ilmu logika bahkan memperbaharuinya.
Tak jauh berbeda dengan karangan Prof. Dr. Ihromi yang berjudul Materi Pokok Logika yang menyatakan bahwa Ilmu logika sudah ada sejak jaman Yunani kuno yang diperkenalkan oleh para filusuf besar seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles, dan pada jaman Romawi ilmu ini diperkenalkan oleh Cicero.
Dalam buku yang lain menambahkan terdapat lima aliran besar dalam ilmu logika:
1.      Aliran logika tradisional yang diperkenalkan oleh Aristoteles. Ia mengartikan logika adalah suatu kumpulan aturan yang menjadi petunjuk pemikiran.
2.      Aliran logika metsfisis yang dipelopori oleh Friderich Hegel. Dia menyebutkan bahwa logika adalah susunan pikiran yang dianggap kenyataan, sehingga dianggap sebagai upaya untuk mengungkapkan kenyataan.
3.      Aliran logika Epistimologis yang di bawa oleh Francis Herbert Bradley dan Bernard Bosanquet. Dikatakan bahwa Logika adalah hubungan saling keterkaitan antar pengetahuan, sedangkan pengetahuan merupakan gabungan dari pikiran yang logis dan perasaan.
4.      Aliran logika instrumentalis diperkenalkan oleh Jhon Dewey. Ia menyatakan bahwa logika adalah alat untuk menyelesaikan masalah.
5.      Aliran logika simbolis yang dikemukakan oleh Leibniz, Boole dan De Morgan. Di aliran ini dapat diartikan bahwa penyimpulan yang sah yang dikembangkan dengan simbol-simbol khusus sehingga menghindarkan dari makna ganda.
Tidak hanya menyebutkan macam-macam aliran logika, melainkan buku karangan Dra.Theresia M.H Tirta Seputro yang berjudul Pengantar Dasar Matematika dan Teori Himpunan ini juga menceritakan tentang sejarah logika yang yang sudah ada sejak zaman yunani kuno. Hanya saja pada masa itu ilmu ini disebut analitika untuk menebutkan cara penalaran yang didasarkan pada kebenaran dan dialetika untuk pernyataan yang didasarkan pada dugaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar