Buku karya Alex Lanur Ofm yang
berjudul Logika Selayang Pandang
menjelaskan bahwa logika adalah ilmu
pengetahuan dan kecakapan untuk berfikir
lurus (tepat). Dizaman Yunani kuno Sofis beserta Plato telah merintis dan memberikan saran-saran dalam
bidang logika. Sokrates dengan ‘metode bidan’ juga telah banyak memberikan
dasar bagi logika. Namun, penemuan yang sebenarnya baru terjadi oleh
Aristoteles, Theophrastus dan kaum Stoa. Aristoteles meninggalkan enam buku
yang diberi nama To Organon oleh murid-muridnya.
Abad XIII-XV logika modern muncul. Tokoh pentingnya adalah Petrus
Hispanus, Roger Bacon, Raymundus Lullus dan Wilhelmus Ockham. Raymundus Lullus
menemukan metode baru yaitu Ars Magna, semacam aljabar pengertian yang
bermaksud membuktikan kebenaran-kebenaran yang tinggi. Kemudian logika
Aristoteles mengalami perkembangan yang murni.
Masa Eropa moderen abad XVII-XVIII/XX Francis Bacon mengembangkan metode
Induktif. Ini dinyatakan dalam bukunya meyusun logika aljabar. Logika ini
bertujuan menyerdehanakan pekerjaan akal budi dan lebih memberikan kepastian.
Tahun 1724-1804 logika metafisis mengalami perkembangannya dengan Imm Kant yang
diberi nama logika Transendetal karena mengatasi batas pengalaman. Tahun
1832-1920 oleh W.Wundt, tahun 18959-1952 oleh J.Dewey dan tahun 1861-1934 oleh
J.M.Baldwin logika menjadi sekedar sebuah peristiwa psikologi dan metodologis.
Dan akhirnya logistik pada abad XIX dan XX oleh A.de Morgan, G.Boole, W.S.
Jevons, E.Schroder, B.Russel, G.Peano.
Di India logika lahir karena Sri Gautama sering berdebat dengan golongan
Hindu fanatik yang menentang ajaran kesusilaan. Kemudian logika terus diakui sebagai
metode berdebat.
Pentingnya belajar logika adalah dapat membantu orang untuk berfikir
lurus,tepat dan teratur.Semua ilmu pengetahuan hampir tidak dapat dilepaskan
dari logika. Logika juga memperkenalkan analisa-analisa yang dipakai dalam ilmu
filsafat. Selain itu logika memaksa serta mendorong orang untuk berfikir
sendiri. Akhirnya, manusia mendasarkan tindakan-tindakan atas pemikiran dan
pertimbangan yang obyeltif.
Pernyataan di atas didukung oleh buku yang berjudul Logika Berpikir Lurus dan Benar karya Drs. H. Abd Djabbar Adlan,
dalam buku tersebut dikatakan bahwa Aristolteles adalah sebagai pencipta
pertama kali ilmu logika dengan bukunya yang terkenal yaitu ORGANON yang
berarti alat, maksudnya alat untuk berfikir, walaupu benih-benih ilmu tersebut
sudah dimulai sejak Socrates. Disamping itu Aristoteles digelari orang sebagai
GURU PERTAMA dalam ilmu filsafat dan AL FARABI mendapat gelar GURU KEDUA dalam
ilmu pengetahuan dan juga filsafat karena sangat paham terhadap ilmu logika
bahkan memperbaharuinya.
Tak jauh berbeda dengan karangan Prof. Dr. Ihromi yang berjudul Materi Pokok Logika yang menyatakan
bahwa Ilmu logika sudah ada sejak jaman Yunani kuno yang diperkenalkan oleh
para filusuf besar seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles, dan pada jaman
Romawi ilmu ini diperkenalkan oleh Cicero.
Dalam buku yang lain menambahkan terdapat lima aliran besar dalam ilmu
logika:
1.
Aliran logika tradisional yang diperkenalkan oleh Aristoteles. Ia mengartikan logika adalah suatu
kumpulan aturan yang menjadi petunjuk pemikiran.
2.
Aliran logika metsfisis yang dipelopori oleh Friderich Hegel. Dia menyebutkan bahwa logika
adalah susunan pikiran yang dianggap kenyataan, sehingga dianggap sebagai upaya
untuk mengungkapkan kenyataan.
3.
Aliran logika Epistimologis yang di bawa oleh Francis Herbert Bradley dan Bernard Bosanquet.
Dikatakan bahwa Logika adalah hubungan saling keterkaitan antar pengetahuan,
sedangkan pengetahuan merupakan gabungan dari pikiran yang logis dan perasaan.
4.
Aliran logika instrumentalis diperkenalkan oleh Jhon Dewey. Ia menyatakan bahwa logika adalah alat
untuk menyelesaikan masalah.
5.
Aliran logika simbolis yang dikemukakan oleh Leibniz, Boole dan De Morgan. Di aliran ini dapat
diartikan bahwa penyimpulan yang sah yang dikembangkan dengan simbol-simbol
khusus sehingga menghindarkan dari makna ganda.
Tidak
hanya menyebutkan macam-macam aliran logika, melainkan buku karangan
Dra.Theresia M.H Tirta Seputro yang berjudul Pengantar Dasar Matematika dan Teori Himpunan ini juga menceritakan
tentang sejarah logika yang yang sudah ada sejak zaman yunani kuno. Hanya saja
pada masa itu ilmu ini disebut analitika
untuk menebutkan cara penalaran yang didasarkan pada kebenaran dan dialetika untuk pernyataan yang
didasarkan pada dugaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar