Rabu, 24 Februari 2016

Pasukan RF 2013



RF berasal dari kata Raushan Fikr. Nama sebuah komisariat IMM di Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan yang menaungi berbagai jurusan layaknya fakultas keguruan yang lainnya.

Selasa, 23 Februari 2016

Gadis Pesantren (part 2)

Alasan mengapa ia disebut dengan gadis kecil adalah karena ia memang memiliki fisik yang lebih kecil diantara teman-temanya. Bahakan ketika ia mendaftar sebagai santri baru, santri yang lain mengira kalau ia hanyalah salah satu dari keluarga atau adik santri lama yang berniat untuk berkunjung. Itulah dia, gadis kecil yang bahkan ketika seragam pondoknya baru selesai dijahit, para ukhti berkata kalau bajunya seperti baju boneka karena saking kecilnya baju tersebut.

Hari hari berlalu, banyak kejadian pun dialaminya. Suatu malam entah itu hanya sekedar halusinasinya atau memang ada jin yang sedang usil, ia terbagun tengah malam, ia mendengar suara "kreek kreek" di depan kamar, seolah ada seseorang yang menggerakkan setrika arang yang diletakkan di teras. Ia tak berani bergerak dan hanya diam di tempat tidur dengan jantung yang dag, dig, dug tak karuan.

Ketika matahari telah terbit ia begitu bersyukur, karena saking takutnya dia benar-berharap bahwa geapnya malam tak akan datang menghampirinya. Ia menceritakan kejadian semalam dan salah satu santri lama pun membenarkannya. Ukhti itu bilang kalau semalam posisi setrika tidak menghadapa kearah rak sepatu, melainkan ke arah tembok. Semakin tak karuan rasa takut itu menghantuinya. Namun seiring berjalannya waktu ia telah melupakannya dan bahkan menjadi gadis kecil yang lebih berani.

Suatu ketika salah satu teman sekelasnya ada yang mengalami kesurupan. Atau orang sering menyebutnya kerasukan jin. sedangkan dalam dunia medis menurut beberapa pakar psikiater, penyebab kesurupan ini adalah tekanan sosial dan mental yang masuk ke alam bawah sadar seseorang. Tak pernah terpikir olehnya bahwa temannya itu mungkin tertekan karena dunia pesantren tak sebebas dunia di luar sana. Baginya itu merupakan hal baru, meskipun para ukhti disana mengatakan bahwa hal itu merupakan kejian yang wajar terjadi setiap tahun. Lambat laun ia pun terbiasa dengan hal itu, siapa sangka kalau ternyata beberapa tahun kemudian ia akan berkutat dengan hal itu setiap hari.

Senin, 22 Februari 2016

Gadis Pesantren (part 1)

Siapa sangka, gadis lugu usia 12 tahun yang baru saja lulus Madrasah Ibtida'iyah itu harus melanjutkan studinya di sebuah pondok pesantren. Memang bukan sebuah pondok modern yang besar atau pun pesantren salafi yang moderat, pesantren itu hanyalah bangunan sederhana yang dan sudah tua. Luas lahan yang tidak sampai satu hektar (begitulah kata sang kiyai) dan bangunan asrama putra dan putri yang hanya terpisah oleh gedung sekolah. Tak ada bangunan bertingkat di sekolah itu, yang ada hanyalah lapangan di tengah dan bagunan - jika disebut gedung akan terlalu megah - sekolah yang membentuk huruf U.

Gadis itu hanya berfikir bahwa begitu ia lulus dari MI yang telah lama dinaunginya, ia akan melanjutkan studinya di sekolah negeri di sekitar rumah. Danem yang ia dapatkan pun tidak buruk, bahkan jika ia mendaftarkan diri di sekolah bergengsi di kota itu, maka ia akan masuk di salah satu sekolah unggulan disana. Yahh.. itulah prediksi, ia tak menolak dan juga tidak marah ketika orangtuanya memintanya untuk melanjutkan studi di luar kota, tepatnya di sebuah pondok pesantren.

Hari-hari pertamanya, ia tinggal di rumah sang kiayi, karena istri dari kiyai itu masih ada hubungan famili dengannya. Namun hal itu tidak membuat ia menjadi sombong, terkadang ia turut serta membantu menjaga toko dan juga bergaul dengan teman-temannya di sekolah maupun di pesantren. Mungkin karena orang tuanya yang masih terlalu khawatir sehingga gadis kecil ini dititipkan di rumah saudaranya dan tidak langsung tinggal di asrama. Padahal ia sudah terdaftar pada sebuah kamar yang bernama Mashitoh, nama seorang tokoh muslimah pada zaman fir'aun. Ia hanya menurut saja apa kata ibunya yang memilihkan kamar itu.

Kamar Masyitoh termasuk  salah satu kamar favorit pada saat itu sehingga penghuninya membludak. Ia bukanlah satu-satunya murid baru disana, ada santriwati 5 lain yang juga masih bertitel "tholibah jadidah" disana. Dua diantaranya baru lulus SMP dan tiga yang lain seumuran dengan gadis itu. Salah dari mereka  adalah sepupunya, ia juga masih memiliki hubungan saudara dengan kiyai, malah lebih dekat dibandingkan dengan gdis kecil itu.

Suatu hari, gadis itu dan sepupunya ingin bergaul lebih dekat dengan teman-teman di kamar dan di pondoknya, sehingga mereka memutuskan untuk tidak lagi tidur di rumah pak yai. Karena ukuran kamar yang tak lebih dari 4m x 4m dan penghuninya lebih dari 13 orang, maka harus ada beberapa orang yang rela untuk dipindahkan - bahasa kasar mereka dulu digusur - dalam waktu dekat. Ukhti roisah ghurfah dan wakilnya pun cukup dilema, karena ia harus merelakan beberapa anaknya untuk pindah. Hal itu dapat dipahami, karena roisa ghurfah tidak hanya bertugas untuk memimpin dan mengelola kamar itu dengan baik, melainkan ia juga wajib bertanggung jawab, membimbing serta mendampingi anggota kamar layaknya seorang ibu.

Ada derai airmata disana, karena tak ada seorang pun yang mau pindah. Gadis kecil itu hanyalah anak lugu yang ketika ditawari roisah ghurfah untuk pindah kamar hanya menjawab "kata ibu ana ndak usah pindah ukhti" tanpa tau betapa pusingnya sang ketua kamar. Akhirnya dengan terpaksa salah satu santri jadid dan juga beberapa santri qodim pun harus rela keluar. Sedangkan gadis itu tetap tinggal disana sambil menikmati perjalan hidupnya tanpa ia tahu apa yang akan terjadi padanya esok, lusa dan hari-hari berikutnya.

-------bersambung------

Selasa, 27 Oktober 2015

Kota Kelahiran ku

Kota asal saya adalah kota terkecil se Jawa Timur atau dikenal dengan mojokerto. makanan yang trerkenal disana adalh onde-onde. Siapa sih yang kenal dengan dengan makanan satu ini. Selain bisa dikonsumsi sebagai cemilan, makanan ini juga bisa digunakan sebagai pengganjal sarapan pagi. Tidak hanya itu, saking populernya makanan ini sampai-sampai banyak orang tidak mengetahi asal daerahnya.
Tidak hanya soal makanan, di kota ini juga ada berbagai macam tempat yang bisa di kunjungi, atau bahasa kerennya Tousim Place.
Setiap kali orang bertanya dari mana asal saya, pasti saya jawab dari mojokerto. ketika da yang tanya lebih detai lagi saya jawab di Mojokerto bagian Kota. Hmmhh... memang nampak sombong sih karena orang kota, tapi memang itulah kenyataannya. Karena wilayah  mojokerto ada yang Kota ada pula yang Kabupaten.
Meskipun area Kota Mojokerto lebih sempit dibandingkan luas area Mojokerto yang bagian Kabupaten. Namun saya tidak pernah minder dan tetap bangga dengan kota sempit nan kecil ini, karena disinilah tanah kelahiran saya. Kalaupun ingin tetap update dengan berbagi info tentang Kota Mojokertobisa lang sung klik info mojokerto.

Rabu, 02 September 2015

Rabu, 08 Juli 2015

Selasa, 07 Juli 2015

Paralayang with Instruktur PATI 2015

Paralayang...
hhmmhhh....
pastilah sudah tidak asing lagi bagi penghuni batu, malang dan sekitarnya, bahkan mungkin mereka sampai sudah bosan mendengar kisah tentangnya. tapi bagi kami anak rantauan itu merupakan hal baru dan sesuatu yang cukup menarik dan menantang. Inilah kami para instruktur PATI 2015 yang menghabiskan sisa waktu kami sebelum pulang kembali ke tanah kelahiran.
Rutenya cukup ekstrim, meskipun tidak ampai 2 jam dari kampus kami, tetap saja suasana dini khas batu malang tak bisa dipungkiri. Apalagi mendekati bulan sepetember. Kata para pendahulu (senior) musim MABA (mahasiswa baru) itu pasti bertepatan dengan datang nya cuaca dingin di mlang dan sekitarnya.
Sesampainya disana tarif yang perlu kami keluarkan untuk menukarnya dengan tiket masuk cukup murah, hanya Rp 5.000,00 saja, dan tak lupa parkir motornya juga sama Rp 5000,00 per motor. Kata salah satu rekan saya "Ceritanya saya lagi menbusuk d kost krn nunggu travel yg dtangnya nnti pkul 2.30 jadilah saya dan beberapa teman2 Instruktur PATI 2015 pergi ke Paralayang. Sesampainya di sana, ternyata suasana Paralayang i2 bikin kita harus jadi manusia "alay" gimana gituu. Foto psang2an lah, foto pake nma mantan juga ada, dan yg paling menjijikkan i2 foto pake pegang tangan "sesama".., HAHAHA..,"
-----have a nice day----